08 Februari 2012

Resilient City



Abstrak Seminar Proposal Penelitian:

Konsep, Indikator, dan Strategi Mewujudkan Resilient City
Studi Kasus: London dan Yerusalem

Oleh: Muhammad Rezki Hr

Salah satu masalah sosial dasar yang dihadapi oleh masyarakat kota adalah masalah pemenuhan kebutuhan akan kemanan lingkungan yang memadai. Hal tersebut dikarenakan kota tidak pernah terlepas dari berbagai jenis ancaman bencana, mulai dari ancaman binatang buas, wabah penyakit, perang, dan bencana alam pada zaman awal terbentuknya kota, serta dampak perubahan iklim dan terorisme pada abad-abad terakhir. Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang tetap saja kota selalu dibayangi oleh berbagai ancaman bencana. Menyadari bahwa ancaman bencana terhadap kota-kota di dunia semakin besar, para ahli dan lembaga internasional mulai memikirkan solusi bagaimana seharusnya kota dirancang dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Diantara hasil pemikiran tersebut adalah lahirnya konsep resilient city.
Secara bahasa, resilience dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk kembali pada kondisi semula ketika menghadapi tantangan atau kondisi yang terpuruk. Konsep resilience pertama kali digunakan pada ilmu ekologi pada tahun 1973. Semenjak itu, konsep resilience mulai ditransfer ke berbagai bidang dan dispilin ilmu seperti ilmu ekonomi, kesehatan/psikologi, keruangan, komunitas, dll. Konsep resilience itu pun ditransfer ke dalam konsep pengembangan dan pengelolaan kota, yaitu dengan apa yang telah disebut sebagai resilient city. Telah banyak pendapat para ahli ketika membahas mengenai apa konsep dasar dari resilient city, apa indikatornya sehingga kota itu dikatakan resilience, serta bagaimana strategi untuk mewujudkan resilient city tersebut. Maka dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode penelitian deduktif-kualitatif-rasionalistik, peneliti bermaksud untuk mengkaji dan mengkomparasi pendapat beberapa ahli pada level internasional tentang bagaimana konsep dasar, indikator, dan strategi mewujudkan resilient city. Peneliti juga berupaya mengambil pelajaran dari dua kota di dunia yang telah berupaya mewujudkan konsep resilient city sebagai konsep pengembangan kota. Dengan kata lain, untuk mendapatkan konsep, strategi, dan indikator mewujudkan resilient city, dalam penelitian ini akan dilakukan kajian teoritik dari berbagai buku dan jurnal terkait dan juga dilakukan kajian/studi kasus dari dua buah kota yang dianggap telah menerapkan konsep resilient city, yaitu London dan Yerusalem. Dalam proses analisisnya, peneliti akan menggunakana metode content analysis.

5 komentar:

  1. Assalamualaikum pak
    Saya Fahmi Mahasiswa Magister Kebencanaan Unsyiah, dan saya tertarik untuk mengembangkan konsep tentang City Relient (Bagaimana menbengun suatu kota yang tahan terhadap bencana) dalam penelitian tesis saya.
    Kalau bapak Mengijinkan saya minta tolong untuk bapak bisa shere hasil penelitian bapak, sebagai referensi dalam penelitian saya nanti, dan munkin bisa dikirimkan ke email saya (fahmi_mureh@yahoo.com atau fahmi.rahmatna@gmail.com)
    Terimakasih untuk kerjasamannya

    Wassalam
    Fahmi

    BalasHapus
  2. sudah saya balas via email. tnks.

    BalasHapus
  3. assalamualaikum,sebelumnya maaf kalo merepotkan,.
    saya mahasiswa planologi undip yg kebetulan sedang membantu penelitian teman saya mengenai kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap kondisi lingkungan,.
    saya merasa kalau penelitian anda dapat menjadi bahan referensi karena cukup sulit menemukan bahan penelitian ini,.
    jika anda berkenan untuk share hasil penelitian anda ke email saya hendrawanprasetyo89@gmail.com,saya sangat berterimakasih,.
    wassalamualaikum,.
    hendrawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Hendrawan, nanti segera saya emailkan (kalau lowong).

      Hapus
    2. Oh ya, utk abstrak hasilnya juga sudah saya pos kan di blog ini.

      Hapus